Travel Prologue. Persiapan Backpacking Keluar Negeri untuk Pertama Kali (01)

by - April 09, 2015

Traveling saat ini memang bukan lagi hanya sebagai sebuah kegiatan senang-senang. Lebih dari itu, traveling kini telah menjadi sebuah kebutuhan. Terutama bagi masyarakat yang disibukkan dengan rutinitas tiada henti, berwisata pun tak hanya sekedar menjadi sebuah pelarian, kegiatan penghilang penat, hiburan dan kini bahkan telah menjadi sebuah pilihan gaya hidup. Tanpa beranjak dari semua itu, traveling memang sebuah kegiatan yang disadari atau tidak, akan memberikan efek candu. Traveling is addicting!
One of the most inspiring travel quote (Photo copyright: eDreams)
Banyak orang takut dan tak tahu atau mungkin takut untuk mencari tahu bagaimana cara melakukan perjalanan keluar negeri, bagaimana mengurus dokumen ataupun mencari tiket, ditambah dengan anggapan bahwa keluar negeri itu butuh biaya yang sangat mahal, hingga kendala ketidak percaya-dirian akan keterbatasan bahasa yang membuat orang-orang Indonesia mengurungkan niat keluar negeri. Atau mungkin, banyak juga yang berpikiran mengapa jauh-jauh ke luar negeri toh Indonesia jauh lebih bagus. Benar! Saya pun setuju. Tapi jangan kemudian menjadi tipe orang yang close minded dan insecure, atau kalau boleh mengutip kata mas Angga dalam postingannya di Grup FB Backpacker Dunia seperti ini "Banyak orang lain yang masih ngira kalo travelling itu cuma sekedar "Where you go". Selfie depan landmark, nginep di hotel, trus pulang. "Been there, done that, that's it". Banyak yang lupa pertanyaan lain: "who do you meet, what do you learn, and how it changes you". "


Readers, percayalah bahwa dunia ini sangat luas
dengan berbagai keindahan luar biasa ciptaan Tuhan yang sedang menunggu untuk disaksikan langsung oleh mata Anda. Janganlah ketakutan, kecemasan dan pikiran-pikiran ketidakpercayaan diri Anda menghalangi keinginan Anda untuk melihat dunia yang luas ini. Selagi ada usaha dan Anda percaya, saya yakin Tuhan akan campur tangan dan berkonspirasi dengan alam semesta untuk mewujudkan impian Anda. “Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu!” 

Saya akan berbagi informasi bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan keluar negeri untuk pertama kali, bahkan jika Anda ingin berjalan seorang diri, percayalah Anda bisa! Berikut ini saya rangkum beberapa hal yang harus anda persiapkan sebelum melakukan perjalanan keluar negeri.


PASPOR 
Syarat pertama Anda bisa keluar negeri adalah punya paspor. Passport is a must! Paspor bukan hanya sebagai sebuah KTP kita di luar negeri. Lebih dari itu, paspor adalah nafas dan nyawa kita saat berada di negara orang. Dokumen sakti berbentuk buku kecil itu berisi identitas pemegangnya dan akan ada cap atau stempel dari negara-negara yang pernah disinggahi. Paspor akan distempel saat masuk dan keluar dari sebuah negara. Mengurus paspor tidaklah sulit. Anda hanya harus memenuhi dokumen-dokumen syarat pembuatan paspor. Syarat dan info lengkapnya Anda bisa klik link berikut.
My lovely passport, my everyhing on board
Saya mengurus e-paspor pada April 2014 dan baru perdana ke luar negeri sepuluh bulan kemudian (baca: cerita solo trip pertama). Ada dua jenis paspor yakni paspor biasa dan electronic passport (e-paspor). Bedanya hanya terletak pada sebuah chip yang akan tertanam pada e-paspor. Pengalaman saya mengurus paspor jenis ini tidaklah sulit. Saya lebih memilih melakukan pembuatan paspor secara online dengan asumsi bahwa pendaftarnya tidak akan terlalu banyak sehingga meminimalisir antrian dan lain sebagainya. Tapi ternyata anggapan saya salah. Pengantri pembuatan paspor online juga sama banyaknya dengan pendaftar paspor manual. Bedanya, prosesnya lebih simpel karena input data-datanya sudah terlebih dahulu dilakukan secara online. Ketika tiba di kantor imigrasi yang perlu dilakukan hanyalah melakukan proses verifikasi dokumen-dokumen asli serta pengambilan foto yang akan digunakan pada paspor. FYI, pembuatan e-paspor kini sudah tidak bisa dilakukan secara online jadi semua proses harus dilakukan di kantor imigrasi secara langsung. 

VISA (Document)
Visa pertama, single-entry visa Korea
  Visa adalah ijin memasuki suatu negara bagi orang asing dalam kurun waktu tertentu. Ada beberapa negara yang memberlakukan visa bagi pemegang paspor Indonesia, misalnya Australia, Korea, China, Kanada, Amerika Serikat, negara-negara di Eropa dan lain-lain. Namun ada banyak negara juga yang membebaskan visa atau free visa bagi warga negara Indonesia (untuk kurun waktu tertentu tentunya), seperti negara-negara di ASEAN, Hongkong, Macau, Jepang (untuk pemegang e-paspor), Negara Kepulauan Fiji, dsb. Ada dua  jenis visa kunjungan singkatyaitu visa on arrival dan visa pre-arrival. Visa on arrival adalah visa yang bisa Anda dapatkan dengan membayarkan sejumlah uang saat Anda mendarat atau memasuki negara-negara yang memberlakukan voa bagi pemegang paspor Indonesia, misalnya, Turki, Iran, Maroko, Maldives, dll. Sementara Visa Pre-arrival adalah visa yang harus Anda ajukan sebelum terbang ke negara-negara yang memberlakukan visa pre-arrival bagi pemegang paspor Indonesia. Caranya yaitu dengan mengurus terlebih dahulu di Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal dari negara-negara yang menjadi tujuan Anda. 

Visa requirements for Indonesian citizens
Mengurus visa pre-arrival ini memang ngeri-ngeri sedap karena adanya persyaratan yang terkadang dianggap rumit dan susah oleh sebagian orang. Salah satu persyaratan yang paling jadi concern adalah jumlah uang di rekening yang menjadi bukti kemampuan finansial bagi kita yang akan melakukan perjalanan. Untuk info lebih jelasnya mengenai visa bagi pemegang paspor Indonesia, cek link berikut. Beberapa jenis visa diantaranya kunjungan singkat, visa bisnis, visa kerja (working visa), visa pelajar (student visa). Jenis visa kunjungan (tourist visa) antara lain single-entry dan multiple-entry. Untuk sedikit cerita mengenai pengalaman pertama dalam mengurus sendiri visa kunjungan atau tourist visa (visa korea selatan), silahkan klik disini.

MENENTUKAN NEGARA TUJUAN
Setelah mengantongi paspor, kini saatnya Anda menentukan negara mana yang ingin Anda kunjungi. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan budget yang akan Anda gunakan nantinya. Jika Anda memiliki budget yang memadai dan keinginani Anda juga terbang jauh ke negara yang jauh pula, maka Anda tentu juga harus siap dengan segalanya termasuk kebutuhan visa jika negara yang menjadi tujuan Anda memintanya. Namun jika budget Anda belum mencukupi, tak ada salahnya untuk mencoba backpacking ke negara-negara tetangga di kawasan Asean terlebih dahulu.
Tonle Sap riverside di Phnopm Penh. Salah satu spot favorit saya saat traveling ke Asean
Selain karena bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia, negara-negara di kawasan regional ini juga memiliki iklim yang hampir sama dengan Indonesia dengan biaya hidup yang cukup terjangkau. Banyak bule juga yang riwa-riwi hingga berbulan-bulan menjadi backpacker ke negara-negara Asean karena selain biaya hidup yang murah, kaya budaya dan iklim tropisnya yang menghitamkan kulit, adalah juga karena letak beberapa negara yang bisa dijangkau dengan roadtrip atau jalur darat. Kawasan Asean memang merupakan tujuan yang cocok untuk Anda yang ingin merasakan pengalaman backpacking ke beberapa negara sekaligus. Orang Indonesia sendiri banyak memprimadonakan Singapore Malaysia dan Thailand sebagai negara tujuan mereka bepergian keluar negeri untuk pertama kali. Namun menurut saya pribadi, negara-negara indochina seperti Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar juga bisa menjadi alternatif lain karena memiliki kekayaan alam dan budaya yang lebih beragam.


Besambung ke Travailog prologue (bagian kedua)

You May Also Like

0 comments