Catatan Perjalanan: Review Mekong Express VIP Van Phnomp Penh-Bangkok

by - September 29, 2015

VIP Van Mekong Express (Photo: phuotvivu)
Perjalanan lebih kurang 680 km-an dari Phnomp Penh ke Bangkok dengan Mekong Express menggunakan mobil van jenis Toyota Hi-ace (kalo tidak salah). Dari segi pelayanan, cukup baik meski tidak terlalu berkesan. Harga yang dipatok untuk perjalanan Phnomp Penh-Bangkok adalah USD 25 dengan jadwal keberangkatan empat kali sehari yaitu pukul 05.30, 06.20, 7.30 dan 23.30 (info lengkap: jadwal lengkap bus/vip van Mekong Express)

Untuk membeli tiket Mekong Express dengan rute manapun tak hanya Phnomp Penh-Bangkok, anda bisa datang langsung ke kantor Mekong Express yang ada di beberapa kota diantaranya Ho Chi Minh City, Siem Reap, Battambang, Sihnoukville dan Phnomp Penh (klik disini untuk info lengkap) atau ke agen travel yang juga banyak menjual tiket perjalanan dari Mekong Express. Selain itu, anda juga bisa mengakses situs resmi Mekong Express untuk membeli tiket secara online dengan metode pembayaran menggunakan Kartu Kredit. Saat pemesanan, Anda juga bisa langsung memesan tempat duduk yang masih tersedia sesuai yang Anda inginkan. 
Kantor cabang Mekong Express  Phnomp Penh yang terletak di Sisowath Street (Photo: googlemaps)
Saya melakukan perjalanan Phnomp Penh-Bangkok ini pada Februari 2015 lalu dan memilih waktu keberangkatan paling malam yakni pukul 23.30. Saya berasumsi bahwasannya akan lebih baik jika melakukan perjalanan di malam hari dan akan sampai di perbatasan Kamboja-Thailand pada esok subuh. Pasalnya, perbatasan Kamboja yang terletak di Poipet tersebut terkenal dengan amburadulnya proses keimigrasiannya dan banyaknya kasus scam yang terjadi di tempat ini sehingga akan lebih baik jika sampai di Poipet pada pagi hari saat imigrasi baru dibuka untuk menghindari antrean yang mengular serta meminimalisir scam yang mungkin terjadi.

Perjalanan Phnomp Penh-Bangkok dengan menggunakan mobil Van ini akan start dari kantor Mekong Express cabang riverside yang terletak di #103 Eo, Sisowath Street, Phnomp Penh. Anda akan mendapatkan posisi tempat duduk sesuai dengan yang Anda pesan sebelumnya dan setiap tempat duduk juga dilengkapi seatbelt sebagai standar keselamatan. Staf Mekong Express juga akan memberikan dua botol air mineral sekitar 350ml-an. Saya sempat mengira bahwa di dalam mobil van ini akan ada koneksi wifi setidaknya agar bisa melacak posisi, namun ternyata tidak demikian. Meski dikata di situsnya bahwa setiap armada Mekong Express terkoneksi wifi namun jangan berharap banyak. Wifi sama sekali tidak terdeteksi. Alhasil, siap-siap Anda akan merasakan in the middle of nowhere selama perjalanan, apalagi jika Anda melakukan perjalanan di malam hari seperti yang saya lakukan. Saya tidak tahu apakah memang untuk mobil van tidak tersedia wifi layaknya yang ada di limosin bus Mekong Express atau memang, giliran saya saja yang sedang apes mendapatkan armada yang tidak terkoneksi wifi.
Jalur perjalanan darat Phnomp Penh-Bangkok (Photo source: getsetandgo)
Perjalanan Phnomp Penh-Poipet via Battambang dengan menggunakan Mekong Express ini memakan waktu 6-7 jam-an dan menempuh jarak sekitar 420 kilometer-an. Selepas keluar dari Phnomp Penh, segera setelahnya Anda harus siap dengan ‘roller coaster’ dadakan di dalam mobil karena jalanan yang tak beraspal, tak rata dan bergelombang oleh batu-batu kasar akan mendominasi perjalanan. Setidaknya pengalaman itulah yang paling saya ingat dari perjalanan malam itu. Keadaan jalan sangat minim penerangan dan hampir tak ada cahaya sama sekali. Sepi, bahkan jarang sekali mobil kami berpapasan dengan mobil lain. Rumah-rumah di sepanjang jalan pun jarang dan kalaupun ada, tanpa penerangan sama sekali. Wajah Kamboja yang sangat kontras dari yang saya saksikan di Phnomp Penh sebelumnya. Semoga keadaan jalan Phnomp Penh-Poipet sekarang lebih baik dari apa yang saya rasakan tujuh bulan sebelum ulasan ini ditulis.

Berikutnya, perjalanan akan berhenti di sebuah tempat sejenis rest area yang terletak di sebuah tempat antah berantah. Mengapa saya sebut demikian? Karena saya juga tidak tahu sedang dimana saat itu. Di tengah malam sekitar jam 2 dini hari, di suatu tempat diantara kegelapan di sekelilingnya, tanda kehidupan satu-satunya addalah tempat pemberhentian kami yakni sebuah warung terbuka yang hanya diterangi oleh cahaya redup dari lampu kuning lima watt-an. Sepertinya rest area ini sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan otobus atau travel agen sehingga menjadikannya tempat wajib pemberhentian bagi Mekong Express dan sejenisnya untuk memberikan kesempatan bagi para penumpang yang ingin mengisi perut atau sekedar ke kamar kecil. Selama sekitar setengah jam-an berhenti di tempat ini, perjalanan akan dilanjutkan kembali.

Setelah lebih kurang enam jam-an perjalanan dari Phnomp Penh, perjalanan akan sampai di Poipet yaitu perbatasan Kamboja-Thailand. Armada Mekong Express akan berhenti di tujuan akhir di pangkalannya yaitu di sekitar bunderan Kbal Spean. Semua penumpang diharuskan turun untuk proses immigration clearence dan berganti kendaraan. Karena letak setir yang berbeda antara Kamboja (kiri) dan Thailand (kanan), maka seuntuk menuju Bangkok, para penumpang akan naik mobil yang berbeda menggunakan mobil yang memiliki setir kanan yang berlaku di Thailand. 

Letak pangkalan Mekong Express di Poipet dengan imigrasi Kamboja hanya sekitar 100 meter-an. Berikutnya, staf Mekong Express akan memberikan arrival card Thailand untuk diisi. Terkadang mereka juga berbaik hati dengan membantu mengisikan arrival card atau Visa bagi para penumpang yang membutuhkan. Salah satu staf Mekong Express kemudian akan menemani ke tempat imigrasi Kamboja dan memberikan semacam tanda pengenal karena selepas proses imigrasi Thailand, akan ada staf Mekong Express yang lain yang akan mengantarkan ke pangkalan mobil van yang menuju Bangkok. 

Meski masih terhitung pagi, sekitar jam 6-an, antrean imigrasi Kamboja sudah cukup mengular. Hati-hati terhadap scam yang banyak terjadi di tempat ini. Termasuk jika Anda ditawari proses imigrasi Kamboja yang lebih cepat tanpa harus mengantre jika Anda bersedia membayar sejumlah uang dengan nominal tertentu. Pengalaman saya, justru staf Mekong Express sendiri yang menawarkan diri menjadi 'calo'. Dengan membayar 200 Baht per-orang dan kemudian paspor dikumpulkan, lima menit kemudian, paspor sudah kembali ke tangan lengkap dengan stempel tanda keluar dari negara Kamboja. Anda bisa menolaknya dan membawa paspor Anda sendiri untuk proses imigrasi jika tidak mau terkena scam seperti yang saya alami.
Tanah tak bertuan, perbatasan dua negara Kamboja-Thailand (Photo: thejaiyencountry)
Setelah proses imigrasi Kamboja selesai, Anda akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke kantor imigrasi Thailand di Aranyaprathet. Letaknya tidak terlalu jauh, Anda hanya perlu berjalan lurus dan melewati gapura bertuliskan 'The Kingdom of Cambodia'. Sampai bertemu di kantor imigrasi Thailand, Anda harus naik ke lantai 2 dan melakukan proses imigrasi seperti biasa, paspor distempel tanda secara resmi Anda telah memasuki negara Thailand. Selepas keluar dari kantor Imigrasi, Anda hanya perlu berjalan lurus hingga bertemu sebuah tempat yang banyak diisi mobil-mobil van. Di sinilah Anda harus menunggu mobil van Anda yang menuju ke Bangkok.
Peta kawasan perbatasan Thailand-Kamboja (Photo source: Journey-mercies)
Jangan ragu untuk bertanya mengenai letak mobil Mekong Express yang akan membawa Anda ke Bangkok sekedar untuk memastikan Anda telah berada di tempat yang benar dengan menunjukkan kartu tanda pengenal yang diberikan staf Mekong Express di Poipet sebelumnya. Mobil-mobil van tersebut tidak akan ada embel-embel bertuliskan Mekong Express karena perusahaan ini tidak beroperasi di Thailand. Itu artinya pihak Mekong hanya menyewa mobil pribadi dan pihak pemilik mobil juga mengangkut penumpang baru atau dari agen travel lain. Inilah yang kemudian sering menjadikan waktu keberangkatan menuju Bangkok molor karena masih menunggu beberapa penumpang yang lain.

Perjalanan Aranyaprathet-Bangkok ditempuh dalam kurun waktu 3-4 jam-an. Perjalanan akan berhenti dua kali di rest area dimana terdapat pom bensin, convenient store dan warung-warung makan serta toilet, untuk memberikan kesempatan para penumpang beristirahat selama lebih kurang 30 menit-an. Sampai di Bangkok, penumpang bisa memilih untuk diturunkan di beberapa titik antara lain Pratunam, Khaosan Road, Ratchatewi, Hua Lampong Station, Victory Monument, dll.  

Tips Melewati Perbatasan Kamboja-Thailand di Poipet-Aranyaprathet
Jika Anda berencana melakukan overland trip dan melewati perbatasan di Poipet-Aranyaprathet, baik itu dari arah Kamboja maupun dari Thailand, ada baiknya Anda mewaspadai beberapa modus scam yang banyak terjadi dan tersohor di tempat ini. Berikut beberapa tips jika Anda akan melewati perbatasan Poipet-Aranyaprathet.
  1. Untuk memasuki negara Thailand atau Kamboja, WNI tidak membutuhkan visa alias gratis. Maka jika nantinya Anda dimintai sejumlah uang oleh oknum-oknum tertentu untuk voa (visa on arrival) atau hal lain yang berhubungan dengan proses keimigrasian, abaikan saja karena sudah pasti, itu adalah scam atau penipuan. 
  2. Jangan pernah percaya dengan orang yang mengatakan bahwa bus atau transportasi yang akan membawa Anda ke tujuan Anda seperti Bangkok, Siem Reap atau tujuan lain, mengalami keterlambatan atau bahkan batal berangkat. Jangan pernah percaya dan abaikan saja mereka karena jika tidak, Anda akan ditawarkan untuk menggunakan shared-taxi yang akan dipatok biaya yang jauh lebih tinggi.
  3. Jangan terlihat linglung, panik dan bengong apalagi jika Anda sendirian. Selalu waspada dengan barang bawaan Anda karena di tempat ini juga banyak ditemui kasus pencopetan. Lebih baik jika menggunakan tas kecil untuk uang dan paspor yang tersembunyi di dalam baju paling luar.
  4. Jangan menukar uang di perbatasan karena selain rate-nya yang tidak bagus adalah karena potensi scam yang banyak terjadi yaitu penipuan. 
  5. Jika Anda menggunakan bus atau agen travel tertentu, sebelum sampai di perbatasan Poipet atau Aranyaprathet biasanya Anda akan terlebih dahulu berhenti di sebuah restoran atau rest area. Hati-hati dengan harga makanan yang dijual karena banyak kasus pihak restoran mematok harga yang sangat tinggi tanpa sepengetahuan penumpang.
  6. Untuk menuju perbatasan, usahakan menggunakan perusahaan bus yang sudah memiliki reputasi yang bagus dan jangan semata-mata memilih atas dasar harga yang murah.
  7. Saat sampai di perbatasan Poipet/Aranyaprathet, usahakan untuk melakukan proses imigrasi sendiri. Lebih baik mengantri agak lama daripada membayar sejumlah uang kepada orang yang menawarkan proses imigrasi yang cepat.


You May Also Like

1 comments

  1. mbak, mau tanya kebetukan sy mau ke HCMC-PP-SR-BKK. Kurang lebih sama dengan trip mbak nya. itu di setiap imigrasi HCMC-PP lalu dari kamboja-BKK barang bawaan kayak koper atau tas2 gt dibawa turun semua atau hanya tas kecil yg isinya brg pribadi saja? tks

    ReplyDelete