SOLO TRIP KOREA. Day 2 Part 1: Mencoba Kereta Mugunghwa, Kereta Antar-kota Paling Murah di Korea (003)

by - December 15, 2015

Hamparan pemandangan indah di balik jendela kereta dalam perjalanan menuju ibukota Korea
Hari kedua di Korea Selatan, Selasa 21 April 2015. Perjalanan seorang diri ke negeri ginseng hari ini akan berpindah kota dari Busan ke ibukota, Seoul. Perjalanan kali ini akan ditempuh dengan kereta murah Korea, Mugunghwa dengan total durasi perjalanan lebih kurang 5 jam 30 menit dan dimulai dari Busan station hingga berakhir di titik terakhir, Seoul Station.
Busan Station (Photo: KTO)
Untuk menghemat budget perjalanan selama di Korea, saya lebih memilih menggunakan kereta Mugunghwa daripada KTX. Sekedar informasi, bagi yang tidak tahu KTX (Korea's Train Express) adalah kereta peluru alias kereta super cepat atau shinkansen-nya Korea. Jika dengan menggunakan kereta Mugunghwa perjalanan Busan-Seoul ditempuh 5-6 jam-an, maka dengan KTX hanya perlu waktu sekitar tiga jam-an. Dibawah KTX adalah kereta ITX-Saemaeul yang setingkat lebih cepat dari kereta Mugunghwa. Kereta-kereta ini adalah kereta jurusan Gyeongbu Line yang menghubungkan kota-kota besar di Korea seperti Busan, Daejon, Daegu dan Seoul. Yang membedakan ketiga jenis kereta api tersebut adalah kecepatan yang kemudian mempengaruhi durasi tempuh dan harga. Kereta ITX-Saemaeul sedikit lebih murah dari KTX namun lebih mahal dari Mugunghwa. 
Kereta lokomotif Korea, Mugunghwa (Photo and info: DiscoverKorea)
Pembelian tiket kereta-kereta ini bisa dilakukan baik secara langsung di loket tiket stasiun maupun reservasi online yang bisa dilakukan 30 hari hingga beberapa jam sebelum keberangkatan. Saya sendiri melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi perkereta-apian Korea LetsKorail beberapa hari sebelum sampai di Korea. Pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Setelah mendapatkan email konfirmasi pemesanan, saya hanya perlu menunjukkan di bagian counter loket tiket beserta dengan paspor sebagai bukti identitas untuk keperluan verifikasi oleh petugas counter dan kemudian secarik kertas tiket akan diberikan. 
Tiket kereta Mugunghwa
Pemeriksaan tiket berlapis saat memasuki stasiun dan di dalam kereta seperti yang biasa dilakukan di Indonesia, tidak tampak di sini. Mungkin karena orang-orangnya telah memiliki kesadaran tinggi untuk tidak melakukan perbuatan curang sehingga pemeriksaan yang demikian tidak perlu lagi dilakukan. Meski demikian, petugas di dalam kereta juga banyak berseliweran dan penting untuk jangan sampai kehilangan tiket atau bahkan coba-coba untuk tidak membeli tiket karena random check bisa saja tiba-tiba dilakukan. Meski tergolong kereta economy standard, kereta Mugunghwa memiliki fasilitas yang tak berbeda dengan kereta kelas eksekutif di Indonesia. 
Di dalam kereta Mugunghwa 
Sebelum kereta berangkat di Busan Station
Kereta beranjak meninggalkan Busan Station tepat pukul 09.20. Karena stasiun-stasiun yang disinggahi kereta Mugunghwa ini cukup banyak di beberapa kota yang dilewati (dan inilah yang kemudian menjadikannya sebagai kereta yang tergolong slow train), beberapa kali tempat duduk samping saya gonta-ganti diisi oleh orang-orang yang berbeda. Salah satunya adalah seorang ahjumma (wanita paruh baya) baik yang meski tak bisa berbahasa inggris namun tetap mengajak ngobrol. Sebisanya saya berkomunikasi dengan bahasa Korea yang saya bisa. Ahjumma itu tampak senang dan sebelum turun di stasiun Daegu, ia memberikan camilan, kopi bubuk dan beberapa bungkus teh kepada saya. 
Snack pemberian ahjumma (-maaf tinggal bungkusnya :D-)
Oleh-oleh dari ahjumma sebelum ia turun
Perjalanan Busan-Seoul dihiasi dengan hamparan indah alam Korea. Sesekali ditemui bunga-bunga musim semi yang tinggal satu dua. Musim panas memang segera tiba dan warna putih dari pepohonan musim semi perlahan-lahan mulai menghilang dan hanya tinggal sisa-sisanya. Rasa kagum masih menggelayuti mata. Tak tahu harus bagaimana, sudah sangat -bahkan terlalu- senang dengan pemandangan yang biasanya hanya saya lihat di layar kaca. Berikut saya hanya bisa menunjukkan sedikit jepretan-jepretan iseng pemandangan yang saya abadikan dari balik jendela kereta Mugunghwa sepanjang perjalanan Busan-Seoul.
Pemandangan sesaat setelah kereta meninggalkan stasiun Busan
Rumah-rumah dengan rooftop khas drama-drama Korea
Permukiman di samping rel kereta
Hamparan danau dan gunung menemani perjalanan Busan-Seoul 
Countryside view
Sisa-sisa musim semi yang tampak di sepanjang perjalanan Busan-Seoul 
Pemandangan alam desa Korea
Stasiun kecil yang disinggahi kereta Mugunghwa (1)
Stasiun kecil yang disinggahi kereta Mugunghwa (2)
Suasana pedesaan di Korea (1)
Suasana pedesaan di Korea (2)
Setelah puas memandang ke arah luar jendela, sisa perjalanan saya habiskan dengan pingsan (baca: merem aka tidur). Begitu mata terbuka, kereta sudah hampir memasuki ibukota. Beberapa menit berlalu, kereta sudah melewati sungai Han (Han-gang), dan beberapa menit setelahnya kereta sudah sampai di Seoul Station. Selamat datang di Ibukota!
Pemandangan Seoul dari dalam kereta yang melaju
Lalu lintas ibukota Seoul
Sungai Han (Han gang). Selamat datang di ibukota!
Sampai di ibukota, apa yang kemudian saya lakukan? Tak banyak, hanya saja saya bisa memenuhi salah satu misi saya setiap traveling ke suatu negara. Apa itu? Cerita berikutnya! Silahkan mampir di postingan selanjutnya. Terimakasih sudah membaca~
-bersambung-

You May Also Like

0 comments