SOLO TRIP KOREA. Day 2 Part 2: [Review] Mencicipi Makanan Korea HALAL di Restoran EID (004)

by - December 28, 2015

What to do in Seoul?
Setelah tiba di ibukota Seoul, saya langsung menuju penginapan di daerah Hongdae. Hari masih cukup panjang dan saya pikir, sayang-sayang jika hanya berdiam diri di hostel. Tak mau rugi, setelah check-in dan bongkar pasang barang bawaan, saya segera berpikir kemana tujuan saya di sisa tiga perempat hari ini. Setelah menimbang, melihat dan memperhatikan semua aspek yang mempengaruhi penetapan keputusan kemana arah tujuan selanjutnya -ceilaah-, saya pun memutuskan untuk mencari makanan halal dan sekaligus mengunjungi masjid Seoul. 
Masjid Seoul
Memang, salah satu misi saya pergi ke Korea adalah mengunjungi masjid dan menemukan makanan lokal halal. Dan untuk mewujudkannya, saya harus pergi ke daerah Itaewon. Itaewon adalah sebuah daerah di Yongsan-gu yang dikenal sebagai global district yang terkenal di kalangan wisatawan mancanegara sebagai pusat keberagaman budaya internasional di Seoul. Dan salah satu daya tarik Itaewon selain deretan toko-toko, restoran dan warung pinggir jalan, adalah sebuah masjid yang dikenal dengan Seoul Central Mosque. Bagi wisatawan muslim, mengunjungi masjid Seoul adalah combo karena di sekitar masjid, deretan restoran muslim dan bahkan supermarket muslim yang menjual makanan halal banyak ditemui di daerah ini.
Daerah Itaewon
Salah satu toko makanan di daerah Itaewon
Untuk menuju Seoul Central Mosque dengan menggunakan subway, saya turun di stasiun Itaewon dan masih harus berjalan berbelok dari satu gang ke gang lain, menelusuri jalanan kecil nan menanjak sekitar lebih kurang 400 meter. Karena hari masih sore dan belum memasuki waktu sholat Maghrib sedangkan saya sudah melakukan sholat Ashar di hostel sebelumnya, maka saya putuskan untuk mencari makanan halal terlebih dahulu. 
Jalanan menanjak menuju masjid
Pintu gerbang Masjid Seoul
Restoran yang menjadi target untuk mengisi perut saya sore itu adalah sebuah tempat makan yang direkomendasikan oleh seorang wanita muslim yang saya follow di instagram. Karena banyaknya postingan mengenai makanan lokal halal dari tempat ini, saya pun sengaja meluangkan waktu untuk berkunjung ke restoran ini. Adalah EID, sebuah restoran bersertifikasi halal pertama dari Federasi Muslim Korea yang menyediakan menu masakan Korea halal..
Alamat dan denah menuju restoran EID
EID terletak sekitar 100 meter dari Seoul Central Mosque. Masuk ke dalam restoran, ternyata restoran ini tidak terlalu besar. Saat itu pukul 17.00-an, suasana tampak sepi dan saya menjadi satu-satunya customer yang ada di tempat makan ini. Seorang perempuan paruh baya muncul dari balik meja dapur, menyapa dalam bahasa Korea, dan mempersilakan saya duduk. Tak perlu waktu lama, saya segera menentukan pilihan untuk mencoba menu Bulgogi.
Bulgogi, salah satu menu yang disajikan di restoran EID
Tak berapa lama, tiga jenis Banchan (hidangan pendamping) yang terdiri dari Myeolchi Bokkeum (Ikan teri yang dikeringkan), kimchi dan -sepertinya- salad, disajikan terlebih dahulu. Berikutnya, Bulgogi pun menyusul keluar dari peraduan. Bulgogi adalah masakan khas Korea yang merupakan olahan daging sapi pilihan dengan bumbu kecap asin, gula dan rempah-rempah tertentu yang kemudian lebih sering disebut sebagai Korean Beef Barbeque. Selain tiga jenis Banchan tersebut, Bulgogi juga disajikan bersama dengan nasi putih dan semangkuk kecil sup. 
Tiga jenis Banchan yang disajikan di restoran EID
Full set menu Bulgogi
Berbicara soal rasa, overall, Enak! Daging Bulgoginya sangat empuk, bumbunya pas dan porsi makannya juga cukup besar untuk ukuran perempuan kecil macam saya. :) Untuk Banchan, jenis ikan teri yang dikeringkan adalah yang terbaik! Dengan citarasa dari ikan teri yang manis dan gurih, sangat cocok untuk teman nasi maupun dimakan tersendiri. Saya adalah orang yang anti-kimchi alias benci dengan makanan asam ini sehingga saya tak sedikitpun mencobanya. Sedangkan untuk salad dan supnya, not bad-lah meski tidak terlalu mengesankan. 
 Myeolchi Bokkeum (ikan teri kering)
Kimchi
-sepertinya- Salad
Saat menikmati makanan, seorang perempuan dan laki-laki Korea masuk ke dalam restoran. Beberapa detik berlalu saya menyadari bahwa perempuan berhijab itu adalah seorang muslim Korea yang saya follow di instagram yang atas rekomendasinya jugalah, saya akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke restoran EID ini. Di instagram, doi memang nge-hits banget. Layaknya artis, followers-nya ribuan. Namanya Olaborasong, ia datang bersama teman laki-lakinya yang juga seorang muslim bernama Umar. Saya menyapa Bora, kami bertiga mengobrol sejenak sebelum saya kembali ke meja.
Bersama dengan Bora, seorang wanita muslim Korea
Saya, Bora dan Umar (temannya Bora)
Setelah berbincang dan sedikit 'berfoto-ria' bersama dua orang muslim Korea tersebut, saya kembali untuk menyelesaikan makanan yang belum sepenuhnya tercerna. Si ahjumma kemudian memberikan secangkir teh tradisional cuma-cuma. Bora dan Umar terlihat sangat akrab dengan ahjumma yang notabene adalah istri dari pemilik restoran EIDRestoran ini semakin terkenal salah satunya berkat postingan rutin Bora di instagram-nya yang tak bisa dipungkiri telah menaikkan kurva kunjungan orang-orang Indonesia dan Malaysia serta orang-orang muslim dari penjuru dunia sehingga dari mulut ke mulut kemudian juga mempromosikan restoran ini sebagai restoran yang layak disinggahi bagi wisatawan muslim saat berkunjung ke Korea. Pemilik restoran ini adalah Mr. Yusuf yang mengelolanya bersama dengan istri dan anaknya. Banyak muslim yang menyukai makan di tempat ini selain karena alasan kehalalan dan citarasa keotentikan masakan Korea, adalah juga karena keluarga muslim ini yang terkenal sangat ramah dalam menjamu tamunya.
Teh tradisional pemberian ahjumma. Nge-teh cantik sembari foto-foto buat review 
Harga untuk satu set full menu Bulgogi adalah 10.000 won. Selain menu Bulgogi, restoran EID ini juga menyediakan menu lain seperti Samgyetang (Sup Ayam Ginseng), Bibimbap (Nasi Campur Korea) dan menu ikan -yang saya lupa namanya-, dsb. Setelah menghabiskan sore sambil menunggu maghrib dengan mengisi perut di tempat ini, hal yang bisa dilakukan berikutnya adalah beribadah di Masjid Seoul. Ceritanya akan saya bagi di postingan berikutnya. Terimakasih sudah mampir dan membaca~.
-bersambung-


You May Also Like

0 comments

Punya Rencana Ke Korea?

trazy.com