Catatan Perjalanan: Berkenalan dengan Myanmar. (001)

by - March 31, 2016

Daya tarik utama wisata Myanmar
Postingan kali ini adalah catatan kecil perjalanan ke Myanmar yang saya lakukan bulan lalu (Februari 2016). Jika Anda berencana mengunjungi Myanmar, ada baiknya Anda menyimak sedikit informasi mengenai negara yang juga dikenal dengan Burma ini.

1. Sekilas tentang Myanmar
Myanmar adalah salah satu negara di kawasan asia tenggara yang wilayahnya berbatasan dengan Thailand, Laos, China dan Bangladesh. Negara ini baru membuka diri terhadap dunia luar sekitar tahun 2011. Ibukota Myanmar saat ini adalah Nay Pyi Taw (telah berpindah dari sebelumnya adalah Yangon)

2. Ke Myanmar perlukah visa?
Sejak tahun 2014, Warga Negara Indonesia bisa memasuki wilayah negara Myanmar dengan status bebas visa selama empat belas hari dengan syarat harus masuk melalui jalur udara. Jika Anda melakukan perjalanan via darat (roadtrip), misal dari Thailand, Anda tetap diharuskan mengurus visa Myanmar terlebih dahulu di kedubes Myanmar di Jakarta.
Bebas Visa Myanmar 14 hari bagi pemegang paspor Indonesia
3. Ke Myanmar, lewat mana naik apa?
Saat ini sudah banyak penerbangan murah untuk memasuki Myanmar terutama menuju kota Yangon, diantaranya dari Kuala Lumpur dan Bangkok (Airasia).

4. Myanmar Currency
Mata uang Myanmar adalah Kyats (Baca: Chats). 1 Kyats= 10.9 rupiah (Februari 2016). Untuk memudahkan perhitungan ke rupiah, kalikan 10. Hampir tidak ada negara selain Myanmar yang menerima penukaran uang Kyats sehingga cara terbaik mendapatkan Kyats adalah membawa USD dan kemudian ditukarkan di Bandara. Begitu pula sebaliknya,  sebelum meninggalkan Myanmar, tukarkan sisa uang Kyats yang Anda punya karena Anda akan kesulitan menemukan penukaran uang Kyats Anda di negara lain. Catatan: Terkadang Anda akan mendapat uang dengan pecahan 1000 Kyats yang cukup merepotkan (saking banyaknya). Misalnya saja, jika Anda menukar 100 USD dan mendapatkan pecahan 1000 Kyats, niscaya segepok uang Kyats yang terikat karet gelang akan berpindah ke tangan Anda. Jika memungkinkan, mintalah pecahan yang lebih besar yaitu 5.000 atau 10.000 Kyats.
USD 150 yang terganti dengan segepok Kyats pecahan 1000.
5. Money Changer
Terdapat dua tempat penukaran uang di Yangon International Airport yang terletak tepat sebelum pintu exit arrival. Rate di money changer sebelum pintu exit jauh lebih bagus (1 USD=1.210 Kyats) daripada di money changer yang terletak setelah keluar pintu exit (1 USD=1.170 Kyats). Namun jika ingin mendapatkan rate yang lebih bagus, Anda bisa pergi ke pusat kota Yangon. Saya menemukan Money Changer bagus di daerah dekat Sule Pagoda, tepatnya di Anawratha Road (semoga tidak salah, agak lupa namanya). Sebagai gambaran: 1 USD dihargai 1.250 Kyats.

6. WIFI di Bandara Yangon
FYI, Wifi di Bandara Yangon yang bisa digunakan adalah Redlink. Agak lama proses connecting-nya namun saat itu hanya wifi inilah satu-satunya yang bisa connect (#penting :D)

7. Transportasi dari bandara ke pusat kota Yangon
Untuk menuju pusat kota dari Bandara Internasional Yangon, Anda bisa menggunakan Taxi dengan tarif sekitar 6000-7000 Kyats. Terdapat Counter Taxi di sebelah kiri setelah pintu exit kedatangan internasional. 

8. Tatapan orang lokal terhadap wanita berjilbab
Jangan Culture Shock terutama bagi Anda yang berjilbab seperti saya. Anda mungkin akan menjadi sorotan pusat perhatian selama bermenit-menit sebab warga lokal yang Anda temui di jalan atau dimanapun, akan terdiam terpaku cukup lama mengawasi dan memandangi Anda. Entah apa sebabnya. Kami hanya bisa menduga jika mereka belum terlalu familiar dengan perempuan berkerudung yang mengunjungi negara mereka.
Menjadi turis berkerudung di Yangon bagi kami merupakan pengalaman 'unik' tersendiri 
9. Kebiasaan dan Budaya Orang Burma
Selama di Myanmar, Anda akan menemui warga lokal baik lelaki maupun perempuan yang melumuri wajah mereka (terutama di bagian pipi), dengan bedak Thanaka. Selain itu, sejauh mata memandang, Anda akan banyak menemukan warga lokal yang memakai sarung yang disebut dengan Longyi (baca:Longji). 
Orang-orang lokal burma yang mengunakan Longyi
Perempuan Burma yang menggunakan Thanaka di wajah mereka
Di Burma, Anda akan lebih banyak melihat orang-orang mengunyah daun sirih daripada orang-orang yang merokok. Kebiasaan orang-orang Burma adalah mengunyah daun sirih sehingga jangan heran jika di pinggir-pinggir jalan atau terkadang di pintu-pintu mobil/taxi, Anda akan menemui bercak-bercak merah. Di tempat-tempat makan juga banyak ditemui ember-ember yang diletakkan di dekat meja makan. Bercak-bercak merah dan wadah ember itu adalah untuk bekas ludahan dan daun sirih yang mereka kunyah. 

10. Transportasi di kota Yangon
Akses termudah kemana-mana selama di kota Yangon adalah dengan menggunakan Taxi. Jika ingin berhemat, Anda bisa menggunakan bus lokal yang tergolong murah, dengan tarif sekitar 200 Kyats.  Penggunaan motor sendiri sangat jarang dan dibatasi sebab konon katanya, dahulu pernah terjadi kecelakaan dimana pengendara sepeda motor menabrak seorang petinggi Myanmar. Satu lagi, sistem setir di Yangon adalah sama seperti di Indonesia yaitu setir kanan. Hanya saja, mobil akan berjalan di sebelah kanan juga. Ngeri? Pastinya! Jangan bingung, memang demikianlah adanya.
Di dalam taxi di Yangon. Setir sebelah kanan, jalan juga sebelah kanan
Jika Anda berniat menggunakan bus lokal selama berkeliling kota Yangon, mintalah orang lokal/petugas penginapan Anda untuk menuliskan nomor bus beserta tujuan Anda di sebuah kertas putih dan dengan ukuran cukup besar dalam bahasa Burma. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan sopir melihat tujuan Anda saat Anda mencari bus di pinggir jalan. Simple, Anda hanya perlu mengangkat kertas itu dan sang sopir bus yang benar akan membantu Anda mencapai tempat tujuan Anda. Myanmar memiliki jenis alfabet dan penulisan angka tersendiri dan pengalaman pribadi, jarang sekali saya menemui orang lokal yang bisa berbicara bahasa inggris yang bisa dimengerti. 
Burmese simple script (Source: wikipedia)
Bus kota di Yangon. Layaknya naik metromini/kopaja di Jakarta
11. Ke Yangon kemana saja? 
Anda bisa mengunjungi Shwedagon Pagoda, Sule Pagoda atau mungkin berniat mencari oleh-oleh? Mampir saja ke Aung San Bogyoke Market. Di pasar ini Anda akan menemukan banyak penjual Longyi dan baju khas orang-orang Burma, kaos-kaos bertuliskan Myanmar dan sejenisnya, Jewelry dan juga jenis handycraft lain. Harganya pun cukup terjangkau dan jangan ragu untuk menawar. Saya sendiri mendapatkan Longyi seharga 6000 Kyats dan kaos seharga 3500 Kyats.
Aung San Bogyoke Market yang cukup bersih dan nyaman untuk berbelanja berjam-jam :D
Longyi atau sarung khas Myanmar, banyak dijual di pasar ini
12. Mengenal Bahasa Burma
Ketahui kata-kata dasar dalam bahasa Burma seperti kata sapaan Hi/Hello: Mingalaba dan Terimakasih: Jesuba.

13. Luangkan waktu yang cukup untuk menuju Aung Mingalar Bus Station
Perjalanan bus dari Yangon ke beberapa kota di Myanmar berangkat dari terminal Aung Mingalar Bus Station yang terletak cukup jauh dari pusat kota Yangon sehingga Anda harus benar-benar meluangkan waktu yang cukup untuk menuju ke terminal mengingat lalu lintas di kota Yangon yang tidak bisa diprediksi. Sebelas dua belas dengan Jakartamacet di kota Yangon juga cenderung terjadi terutama saat menjelang sore hari di jam-jam pulang kerja. Macet di Yangon adalah benar-benar macet, tak bisa nyelip. Dan lagi, lampu merah di Yangon sangat lama! 
Macet di kota Yangon
14. Aung Mingalar Bus Station berbeda dengan kebanyakan terminal di Indonesia
Berbeda dengan kebanyakan terminal di Indonesia dimana penumpang bisa langsung menuju bus dengan trayek atau rute sesuai dengan plang yang tertera, di terminal Aung Mingalar, jangan harap menemukan hal yang sama. Yang ada hanyalah sebuah tempat dengan jajaran ruko-ruko yang merupakan pangakalan dari berbagai operator bus. Penumpang akan menunggu di masing-masing pangkalan operator bus, di data ulang dan diberikan label tas untuk masing-masing tujuan. Anda juga bisa menikmati fasilitas wifi gratis dan minuman hangat yang disediakan (pengalaman saya menggunakan JJ Express Bus).

You May Also Like

0 comments