Punya E-paspor? Registrasikan dan Langsung Bisa ke Jepang! (Panduan Bebas Visa Jepang)

by - July 31, 2016

Sticker Bebas Visa ke Jepang
Pergi ke Jepang untuk liburan kini semakin mudah setelah sekitar akhir tahun 2014 yang lalu pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan dengan pemerintah Jepang mengenai kebijakan bebas visa untuk warga negara Indonesia pemegang e-paspor. Bebas visa ini mengizinkan WNI melakukan kunjungan ke Jepang berkali-kali selama tiga tahun atau selama masa berlaku e-paspor (mana yang habis lebih dahulu). Lantas, bagaimana bisa? Apa syaratnya? Bagaimana mengurusnya? Ribetkah? Susahkah? Lamakah? 
Postingan kali ini saya khususkan membahas panduan mengurus bebas visa ke Jepang sesuai dengan pengalaman saya saat mengurus visa waiver ini beberapa waktu lalu.
Syarat
Hanya warga negara Indonesia pemegang IC passport/e-paspor (paspor dengan logo chip di bagian sampul depan) sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization) yang bisa mendapatkan fasilitas bebas visa ini. Chip elektronik tersebut berfungsi menyimpan berbagai data biometri pemilik paspor. Bagi pemegang paspor non-eletronik, Anda tetap harus mengurus visa seperti biasa, dengan melampirkan berbagai macam dokumen seperti bukti finansial berupa rekening koran dan lain sebagainya. 
Electronic passport (epaspor)
Tata Cara
Anda tidak bisa serta-merta ujug-ujug datang ke Jepang meski Anda sudah memiliki e-paspor. Sebelum terbang ke Jepang, Anda diharuskan meregistrasikan e-paspor Anda ke Kedutaan Jepang/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat yang ada di Indonesia. Alur permohonan bebas visa ke Jepang adalah sebagai berikut.
1. Pemohon datang dan membawa e-paspor beserta formulir (unduh disini) yang telah ditandatangani dan diisi lengkap, ke Kedutaan Besar Jepang di Jalan Thamrin no. 24 Jakarta Pusat.
2. Mengambil nomer antrian A. Untuk WNI yang melakukan permohonan visa dikhususkan jalur antrian A sedangkan nomor antrian B dikhususkan untuk Warga Negara Jepang
Mesin untuk mengambil nomer antrian
Nomor antrian pengajuan berkas permohonan visa
3. Mengisi sebuah kertas kecil visa receipt yang sekaligus sebagai tanda bukti pengambilan visa. Kertas ini bisa diminta di loket saat penyerahan dokumen pengajuan visa atau meminta dari satpam yang bertugas di dalam ruangan pengurusan visa. 
Visa receipt
4. Menyerahkan berkas permohona (e-paspor dan formulir) kepada pihak kedutaan. Ada lima loket yang tersedia dimana loket A1 untuk pengurusan visa via agen atau biro jasa; loket A2 dan A3 untuk pengurusan visa perorangan; dan loket B1&B2 untuk antrian jalur B.
Loket permohonan penyerahan dokumen dan pengambilan visa
5. Pihak kedutaan akan melakukan proses registrasi, menempelkan sticker bebas visa, dan menyerahkannya pada pemohon kembali.
E-paspor yang sudah didaftarkan akan tertempel sticker bebas visa Jepang 
6. Hasil proses registrasi e-paspor adalah dua hari dimana pemohon bisa datang keesokan harinya untuk mengambil e-paspor yang telah ditempelkan sticker bebas visa.

Setelah tertempel visa waiver di e-paspor, Anda bisa pergi berkunjung atau liburan ke Jepang dengan durasi tinggal maksimal 15 hari dalam sekali kunjungan; bisa dilakukan berkali-kali dalam kurun waktu tiga tahun (hingga masa berlaku sticker bebas visa tersebut habis) atau selama masa berlaku paspor (mana yang habis lebih dulu), tanpa perlu melakukan registrasi lagi di tiap kali akan melakukan perjalanan.

NOTE
- Transportasi Umum ke Kedutaan Jepang di Jakarta
Anda bisa naik Transjakarta dan berhenti di halte Sarinah. Kemudian turun menuju arah Gedung Badan Pengawas Pemilu dan jalan kaki lebih kurang 600 m ke arah bunderan HI. Alamat Kedutaan Jepang: Jalan MH Thamrin No. 24, Jakarta Pusat.
- Tempat Pengurusan Visa
Pengurusan visa dilakukan di lantai satu, tepat sebelum tangga setelah memasuki gedung selepas pemeriksaan tas dan barang bawaan. 
- Antrian yang cukup lama
Daftar tunggu antrian memang terkadang lama. Untuk menyiasatinya Anda  juga bisa menunggu di lantai 2 yang merupakan ruang baca dan perpustakaan. Namun penting untuk tetap memantau nomor antrian Anda karena jika terlewat, Anda harus mengulang dan mengantri lagi.
Nomor antrian pengambilan paspor/visa
- Jam Kerja Kedutaan Bagian Visa
Waktu penyerahan berkas permohonan visa adalah hari Senin-Jum'at (kecuali pada hari libur nasional atau hari libur kedutaan) pukul 08.30-12.00 dan waktu pengambilan visa adalah pukul 13.30-15.00. 
-  Visa biasa?
Bagi pemohon bebas visa yang ditolak atau tidak dikabulkan permohonannya; dan atau jika kunjungan dilakukan dengan durasi lebih dari 15 hari, maka pemohon diharuskan tetap melakukan proses pengajuan visa seperti biasa yang dilakukan pemegang paspor non-elektronik
Selamat mencoba dan terbang ke negeri sakura!

You May Also Like

1 comments