Catatan Perjalanan: Berkenalan dengan Myanmar. (Bagan) (002)

by - August 28, 2016

Mari berkenalan dengan Bagan!
Lanjutan dari postingan sebelumnya ...

15. Bagan dan Balon Udaranya
Saat Anda mengetik keyword Myanmar di pencarian gambar, maka hasilnya akan muncul candi, pagoda dengan balon-balon udara di atasnya. Destinasi unggulan Myanmar sekaligus daya tarik yang membawa saya sampai ke negara ini adalah kota kuno dengan ribuan candi dan pagodanya bernama Bagan. 
Pesona sunrise di Bagan dengan balon udaranya
16. Dari Yangon ke Bagan, naik apa?
Bagan terletak sekitar 600km di utara Yangon, bisa ditempuh dengan menggunakan jalur darat maupun udara. Penerbangan domestik dari bandara Yangon menuju bandara Nyaung U Bagan ditempuh sekitar 1.5 jam-an dan dilayani dengan menggunakan maskapai seperti Air KBZ dan Air Bagan dengan tarif sekali jalan sekitar USD 125 (Air KBZ) hingga USD 230 (Air Bagan).
Jika menggunakan jalur darat, perjalanan Yangon-Bagan ditempuh sekitar 8 jam-an. Beberapa perusahaan otobus yang melayani rute perjalanan ini antara lain JJ Express Bus, Mandalar Min Express, Bagan Min Thar dan Shwe Mandalar Bus. Saya menggunakan bus JJ Express untuk perjalanan Yangon-Bagan dan Shwe Mandalar Bus dari Bagan kembali ke Yangon.

17. Harga Bus Yangon-Bagan
Untuk riset dan membandingkan harga jadwal dan tipe bus dari masing-masing operatur bus, Anda bisa cek terlebih dahulu melalui website myanmarbusticket.com. Namun jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah setelahnya Anda bisa langsung menghubungi operator bus melalui messsage di Facebook
JJ Express bus adalah bus kelas eksekutif yang membanderol harga sekitar 23.000 Kyats untuk perjalanan Yangon-Bagan. Sedangkan untuk Shwe Mandalar Bus, jika di Indonesia bisa dikata sekelas bus patas. Bus ini bisa menaik-turunkan penumpang di sepanjang jalan. Dan karena ketidak-ekslusifitasnya ini, harga tiket Shwe Mandalar Bus ini juga jauh lebih murah dibandingkan JJ Express Bus yaitu sekitar 13.000 Kyats .

18. Jadwal Bus Yangon-Bagan
Jadwal keberangkatan bus tujuan Bagan dari terminal bus Aung Mingalar rata-rata pukul 20.00 dan akan sampai di Bagan Shwe Pyi Highway Bus Terminal sekitar pukul 03.30. Bus akan berhenti sebanyak dua kali di rest area dimana di rest area pertama, seluruh penumpang diharuskan turun. Untuk jadwal keberangkatan pagi dari Yangon ke Bagan dan sebaliknya, sepertinya hanya Shwe Mandalar Bus yang menyediakannya. (sekali lagi, detilnya bisa dicek di situs Myanmarbusticket).
Di dalam bus Shwe Mandalar 
19. Pintar-pintar bernegosiasi dengan sopir taxi saat sampai di terminal Bagan
Daya tarik utama kota Bagan adalah momen sunrise yang banyak ditunggu oleh wisatawan. Oleh karenanya, saat bus tiba di terminal bus Bagan Shwe Pyi Highway sekitar pukul 03.3-an, banyak sopir taxi yang sudah menunggu penumpang turun dari bus dan menawarkan jasanya untuk mengejar sunrise di spot-spot tertentu. Anda harus banyak mencari info sebelumnya mengenai tarif yang reasonable untuk berkeliling Bagan sebagai amunisi untuk melakukan tawar-menawar. Sekedar informasi, saat itu saya tidak langsung bertanya atau sekedar mengiyakan dan mencari sopir taxi begitu turun dari bus. Saya menunggu hingga benar-benar sepi sampai kemudian didatangi seorang sopir taxi yang mengajak bernegosiasi dan kami yang notabene bertujuh, akhirnya mendapatkan sebuah mobil van dengan tarif 100.000kyats untuk berkeliling Bagan selama sehari penuh dari mulai sunrise hingga sunset
Mobil yang kami sewa seharian di Bagan
20. Wisatawan asing dikenakan biaya masuk Bagan. Bisa gratis, jika beruntung!
Setiap wisatawan asing yang masuk kota Bagan diharuskan membayar tarif sebesar 20.000 Kyats atau USD 20 atau EUR 20. Tak akan ada tarif lagi yang akan dikenakan setiap memasuki candi yang ada di Bagan. Namun jika Anda beruntung mendapatkan sopir seperti sopir kami saat itu, Mr. Aung Myint yang berjanji meloloskan kami bertujuh dari pemberhentian pintu masuk Bagan, seperti kami, bukan tak mungkin Anda juga bisa masuk kota Bagan dengan gratis. (Contact Mr. Aung Myint +952042701)
Mr. Aung Myint (depan)
21. Lebih baik memesan penginapan di Bagan sebelum hari kedatangan
Jika Anda berniat bermalam di Bagan, sangat disarankan untuk memesan penginapan sebelum hari kedatangan karena berdasarkan penuturan Mr. Aung Myint, hostel, hotel, atau penginapan di Bagan seringkali full booked. Mencari penginapan secara on the spot bisa sangat mungkin menjadikannya jauh lebih mahal. Sebagai referensi, saat itu kami memesan penginapan beberapa hari sebelum sampai di Bagan melalui situs booking(dot)com dan mendapatkan hostel murah dengan fasilitas yang lumayan (jika tidak bisa dibilang seadanya), di Ever New Guest House

22. 'Travel Gear' untuk menghadapi Bagan yang berdebu dan panas

Berkeliling Bagan selain bisa dengan mobil, Anda juga bisa menyewa sepeda manual, sepeda listrik atau naik delman. Meski demikian, apapun transportasi yang Anda gunakan, jangan lupa gunakan sun block dan masker untuk menghadapi cuaca ekstrim Bagan yang sangat kering, panas dan berdebu.
Bersepeda di Bagan dengan cuaca yang panas dan berdebu
23. Old Bagan dan New Bagan. Apa bedanya?
Bagan terbagi menjadi Old Bagan dan New Bagan. Menurut keterangan orang lokal (sopir kami), Old Bagan dikhususkan sebagai archeological zone atau wilayah cagar budaya untuk pelestarian candi, pagoda dan situs bersejarah lainnya. Penduduk lokal yang sebelumnya tinggal di Old Bagan kemudian direlokasi ke daerah yang masih sekitaran Old Bagan yang kemudian disebut New Bagan.

24. Naik Balon Udara, Mahalkah?

Jawabannya iya! (pendapat pribadi, sih) Daya tarik Bagan memang tak bisa dipisahkan dari balon udaranya. Sayangnya, balon udara ini yang hanya beroperasi dari bulan Oktober sampai bulan Maret. Untuk menikmati pemandangan sunrise kota Bagan dari atas balon udara selama 40-50menit, Anda diharuskan ikhlas merogoh kocek sekitar USD 380.
USD 380 untuk menikmati pemandangan Bagan dari atas balon udara
Jika tak bisa naik balon udara, kita bisa memanjat candi dan .. bawa balon sendiri :p
25. Sunrise Spot di Bagan, dimanakah?
Mr. Aung Myint membawa kami ke Buledi Pagoda, salah satu spot yang diklaim terbaik  dan lebih sepi untuk menikmati momen sunrise di Bagan. Nyatanya tidak sepenuhnya benar-benar sepi dan bisa dikata cenderung ramai. Di Buledi Pagoda ini pengunjung bisa memanjat candi untuk melihat matahari terbit dari ketinggian candi dengan balon-balon udara yang kemudian muncul mengiringi matahari yang mulai meninggi.
Sunrise di depan pelataran candi Buledi
Pemandangan dari atas candi Buledi
26. Ke Bagan, kemana saja?
Selama di Bagan, sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan ribuan candi dan pagoda. Jujur, saya sendiri sampai mengalami sick of temple, sampai bingung mau kemana lagi karena yah, candi lagi candi lagi. Well, beberapa candi Bagan yang bisa dikunjungi antara lain: Ananda Temple. Candi ini sangat terkenal di kalangan umat Buddha bahkan replikanya sendiri terdapat di Jepang. Selain itu ada pula Schewizigon Pagoda dengan lapisan emas pada pagodanya; Dhammayangzi temple, candi terbesar di Bagan, dan beberapa candi besar lainnya yang cukup terkenal seperti candi Thatbyinnyu, Shwesandaw Pagoda, dan lain-lain (yang saya sendiri lupa). Saya tidak akan membahas candi-candi tersebut satu persatu karena selain agak lupa, adalah juga karena kesan yang saya dapatkan di setiap candi yang saya kunjungi kurang lebih sama.
Ananda Phraya
Di dalam Ananda Phraya
Schwezigon Pagoda
Dhammayangzi temple, candi terbesar di Bagan
Thatbyinnyu Temple, salah satu candi tertinggi di Bagan yang berdiri  diantara ribuan candi lainnya
27. Yang Perlu Diperhatikan
Respect terhadap mereka yang sedang beribadah
Setiap candi atau pagoda di Bagan utamanya candi-candi besar, masih digunakan orang-orang lokal untuk beribadah. Oleh karenanya, wisatawan yang datang berkunjung diharapkan menunjukkan respek terhadap rumah ibadah mereka. Selain tetap menjaga kekhusukan terhadap mereka yang sedang berdoa atau beribadah, beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung adalah memakai pakaian yang sopan (berlengan dan rok/celana yang tidak terlalu pendek); serta melepas alas kaki (termasuk kaos kaki). Selama keliling Bagan, sangat disarankan menggunakan sandal agar lebih nyaman karena di setiap candi yang dikunjungi, pengunjung diharuskan melepas alas kaki.

28. Makanan Halal di Bagan
Sarapan pertama kami di Bagan
Untuk sarapan, kami mampir di sebuah kedai pinggir jalan di daerah yang disebut Mr. Aung Myint sebagai 'downtown'-nya Nyaung U. Semacam warung kopi di Indonesia, dimana warga lokal banyak menghabiskan waktu paginya dengan berkumpul, menikmati sepotong roti dengan teh atau kopi serta bercengkerama sambil beberapa menghisap rokok dan mengunyah sirih. 
Aktifitas warga lokal saat pagi di kedai kopi
Tak hanya roti, kami bisa membeli nasi dan menggabungkannya dengan bekal yang kami bawa dari Indonesia seperti sambal dan kering tempe. Satu hal yang menarik bahwa ternyata di Myanmar, terdapat hidangan pendamping seperti Banchan di Korea, yaitu beberapa hidangan yang dihidangkan bersama hidangan utama dan gratis. Hidangan tersebut bisa berupa sayuran, kuah, ikan kering, dll.
Salah satu hidangan pendamping, semacam ikan teri kering
Kami hanya memesan nasi, namun tak hanya nasi yang dihidangkan
Sementara untuk makan siang, ada satu tempat makanan halal di Bagan yang ditunjukkan oleh Mr. Aung Myint. Tempat ini juga berada di Nyaung U yang tak jauh dari kedai kopi yang kami datangi saat sarapan.. Ia membawa kami ke sebuah warung kecil milik seorang muslim yang ia kenal. 
Rumah yang sekaligus warung kecil milik seorang muslim Burma
Menu makan siang kami di warung muslim di Bagan
29. Sunset di Bagan
Setelah berkeliling seharian di Bagan, melakukan safari candi dan pagoda, maka Anda bisa menutup hari dengan menyaksikan matahari tenggelam. Beberapa orang menyebut Buledi temple juga merupakan spot yang bagus untuk menikmati sunset. Selain Buledi, turis juga biasanya berkumpul di North Guni temple untuk menghabiskan momen matahari tenggelam di Bagan. Namun karena banyaknya turis yang memanjat candi untuk menikmati sunrise atau sunset dan hal tersebut mengakibatkan kerusakan terhadap candi-candi itu sendiri, maka mulai 1 Maret 2016 pemerintah Myanmar mengeluarkan larangan untuk memanjat candi atau pagoda di Bagan. Larangan ini juga diberlakukan untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak setelah adanya turis yang jatuh saat memanjat candi.
Matahari tenggelam menuju peraduan, di salah satu sudut kota Bagan
--selesai--

Terimakasih sudah mampir!
---Februari 2016: Burma Trip Full team--

You May Also Like

0 comments